Teladan Mulia Nabi Muhammad: Kisah Menyuapi Orang Buta dengan Kasih Sayang
Kisah Nabi Muhammad SAW yang menyuapi seorang pengemis buta adalah salah satu cerita yang menggambarkan betapa mulianya akhlak Rasulullah. Kisah ini memberikan pelajaran tentang kasih sayang, kesabaran, dan kebaikan hati tanpa pamrih.
Dikisahkan bahwa di sudut pasar Madinah, ada seorang pengemis buta yang selalu duduk di tempat yang sama. Pengemis ini sering berkata kasar tentang Nabi Muhammad SAW, bahkan tanpa mengetahui bahwa orang yang sering menyuapinya adalah Nabi sendiri. Setiap hari, Nabi Muhammad SAW datang kepadanya dengan membawa makanan dan menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Meski pengemis itu sering berkata buruk tentang dirinya, Nabi Muhammad SAW tetap sabar dan tidak pernah mengungkapkan identitasnya.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat dan khalifah pertama, melanjutkan kebiasaan Nabi. Suatu hari, Abu Bakar mendatangi pengemis buta itu dan mencoba menyuapinya. Namun, pengemis tersebut merasakan perbedaan cara Abu Bakar menyuapi dan bertanya mengapa berbeda dari sebelumnya. Abu Bakar pun menjelaskan bahwa orang yang biasa menyuapinya telah wafat dan bahwa orang itu adalah Nabi Muhammad SAW. Mendengar itu, pengemis buta tersebut sangat terkejut dan menyesal atas kata-kata kasarnya selama ini. Akhirnya, ia menyadari kebaikan dan kasih sayang yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW tanpa mengharapkan balasan.
Cerita ini mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang balasan, serta menunjukkan betapa sabar dan penuh kasih sayang Rasulullah SAW dalam menghadapi segala macam orang, termasuk mereka yang memusuhinya.
